“Kita hidup bermasyarakat harus berdampingan baik. Maka, sinergi harus terjalin. Kehadiran FKUB sangat dibutuhkan untuk menjembatani,” imbaunya.
Melihat belum pernah tersentuh hibah sarpras peribadatan, Bupati Hartopo pun mengusulkan agar DPD LDII Kudus di tahun 2024 dapat menerima bantuan yang diajukan melalui Bagian Kesra.
“Seluruh pembangunan tempat ini dari hasil swadaya, saya coba usulkan agar di tahun 2024 bisa mendapat bantuan sarpras peribadatan,” ungkapnya.
Ketua DPD LDII Kudus Muhammad As’ad mengatakan peresmian kantor sekretariat DPD LDII Kudus diharapkan dapat menjadi tempat silaturahmi masyarakat luas dalam menggali dan mengkaji ilmu agama sehingga dapat memberikan manfaat bagi bangsa dan negara.
“Kami berharap kantor ini dapat memberikan banyak manfaat pada masyarakat, bangsa, dan Negara dalam menjalankan kehidupan beragama,” harapnya.
Sementara itu, Sekretaris DPW LDII Provinsi Jateng Eko Sutanto mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak terkait dalam upaya bergotong royong mewujudkan kantor DPD LDII Kudus yang diharap dapat mewujudkan 8 kluster LDII pada bangsa dan negara.
“Terima kasih pada seluruh elemen masyarakat yang telah mewujudkan kantor yang megah dan strategis. Semoga 8 kluster LDII dapat terwujud,” harapnya.
Sebagai informasi, 8 kluster LDII yang menjadi fokus capaian meliputi wawasan kebangsaan, keagamaan dan dakwah, ekonomi, pendidikan, kesehatan herbal, ketahanan pangan, teknologi digital, dan energi terbarukan.***
