Sam’ani mengatakan Dinsos P3AP2KB akan menangani proses tersebut secara teknis dan prosedural, termasuk kemungkinan penempatan bayi di panti sosial apabila orang tua tidak kunjung diketahui keberadaannya.
“Secara teknis dan prosedural akan ditangani oleh Dinsos P3AP2KB,” jelasnya.
Meski demikian, Sam’ani mengaku masih berharap orang tua bayi segera datang ke rumah sakit. Ia meminta masyarakat yang mengetahui keberadaan orang tua bayi untuk menyampaikan informasi tersebut kepada pihak berwajib.
“Saya masih mengharapkan orang tuanya sadar dan bisa hadir di rumah sakit untuk berkomunikasi. Polsek Jati akan membantu prosesnya,” katanya.
Sam’ani turut mengapresiasi respons masyarakat setelah bayi tersebut ditemukan. Menurutnya, warga telah mengambil langkah tepat dengan segera melaporkan penemuan bayi kepada pihak terkait.
Bayi tersebut dilaporkan kepada bidan desa dan kepala desa sebelum informasi diteruskan kepada Polsek Jati. Selanjutnya, bayi dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
“Respons warga sudah baik. Ditemukan, dilaporkan kepada bidan desa, kepala desa, kemudian kepada Polsek dan dibawa ke rumah sakit,” ungkapnya.
Bupati juga mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya yang memasuki masa remaja. Pengawasan dan pendampingan dinilai penting untuk mencegah terjadinya kejadian yang tidak diinginkan.
“Kami mengimbau seluruh warga, terutama orang tua, tetap memantau anak-anaknya yang memasuki masa remaja,” tuturnya.
Ia berharap kasus penemuan bayi tersebut menjadi perhatian bersama sehingga kejadian serupa tidak kembali terjadi di Kabupaten Kudus.
“Kami harapkan di Kabupaten Kudus tidak terjadi lagi hal-hal yang tidak kita inginkan,” pungkas Sam’ani.***
