Bupati Kudus Dorong Mediasi dan Komunikasi Usai Event Downhill Ternadi Ditunda

Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris. (Foto: Zonanews.Id)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Penundaan ajang 76 Ultimate Downhill Series 2 di Sirkuit Bike Park Ternadi, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus.

Event yang sedianya berlangsung pada 21-23 Agustus 2026 tersebut ditunda setelah muncul persoalan antara pihak-pihak yang terlibat dalam persiapan kegiatan.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menyebut persoalan tersebut diduga berawal dari miskomunikasi. Ia meminta seluruh pihak mengedepankan komunikasi dan mencari solusi melalui mediasi agar persoalan tidak berlarut.

Bacaan Lainnya

“Ini mungkin ada miskomunikasi. Saya mengharap semua aparatur yang ada di desa ini bijak,” ujar Sam’ani, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Menurut Sam’ani, keberadaan event downhill di Ternadi memiliki nilai strategis bagi pengembangan pariwisata Kudus. Selain menjadi arena olahraga, kegiatan tersebut berpotensi memperkenalkan kawasan Ternadi sebagai destinasi wisata berbasis olahraga atau sport tourism.

Ia pun meminta persoalan yang muncul tidak menghambat pengembangan potensi tersebut. Pemkab, kata dia, akan berupaya mempertemukan pihak-pihak terkait untuk mencari titik temu.

“Kita adakan mediasi dan komunikasi,” katanya.

Sam’ani juga menanggapi adanya pembahasan mengenai kompensasi. Menurutnya, pemerintah desa dapat menyampaikan usulan apabila memang diperlukan, namun realisasinya harus mempertimbangkan kemampuan serta kesepakatan seluruh pihak.

“Kalau kompensasi boleh mengajukan, tapi yang memberikan terserah kemampuan. Harus bijak,” tegasnya.

Pemkab Kudus, lanjut Sam’ani, masih membuka peluang agar kegiatan downhill dapat kembali dilaksanakan di Ternadi. Upaya komunikasi dengan pihak terkait akan terus dilakukan untuk mencari penyelesaian.

“Kita usahakan, kita komunikasi,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus Eko Djumartono mengaku pemerintah daerah baru mengetahui persoalan yang menyebabkan pembatalan setelah informasi tersebut mencuat. Pemkab kemudian meminta camat melakukan klarifikasi langsung di lapangan.

“Ternadi itu miskomunikasi. Kami baru tahu kemarin, kemudian kami tugaskan Pak Camat untuk melakukan klarifikasi ke sana,” kata Eko.

Eko menilai penundaan event tersebut cukup disayangkan karena kegiatan olahraga berskala besar seperti downhill dapat memberikan efek ekonomi bagi masyarakat sekitar.