Berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta perusahaan, dilibatkan dalam penanganan kondisi tersebut.
Sam’ani juga meminta pemerintah desa bersama perangkatnya, RT, RW, dan Desa Tangguh Bencana (Destana) meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
“Kepala desa, perangkat, RT, RW, termasuk Destana harus ikut siap siaga dalam penanganan bencana,” jelasnya.
Pemkab Kudus berharap sinergi seluruh pihak dapat membantu masyarakat menghadapi dampak kekeringan.
Di sisi lain, masyarakat juga diimbau menjaga lingkungan dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membakar sampah dan membuang puntung rokok sembarangan.
Dengan pelaksanaan salat Istisqa dan berbagai langkah mitigasi yang dilakukan, Pemkab Kudus berharap hujan segera turun sehingga kekeringan dapat teratasi dan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi.***
