KUDUS, ZONANEWS.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus menyatakan kesiapsiagaan penuh menghadapi musim hujan yang berlangsung sejak November hingga Februari mendatang.
Meski intensitas hujan saat ini masih terpantau normal, potensi perubahan cuaca secara tiba-tiba tetap menjadi perhatian serius.
Kepala BPBD Kabupaten Kudus, Eko Hari Djatmiko, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipasi, termasuk pemetaan wilayah rawan bencana serta penguatan koordinasi lintas sektor.
“Memasuki musim penghujan, potensi bencana seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, hingga kebakaran tetap bisa terjadi. Karena itu, kesiapsiagaan harus terus kita tingkatkan,” ujarnya. Selasa, 16 Desember 2025.
BPBD Kudus telah mengalokasikan titik-titik rawan yang perlu diwaspadai. Untuk potensi banjir, terdapat enam kecamatan yang menjadi fokus mitigasi, yakni Jekulo, Mejobo, Undaan, Jati, Kaliwungu, dan Bae, dengan Desa Ngembalrejo sebagai satu-satunya desa rawan di Kecamatan Bae.
Sementara itu, potensi tanah longsor berada di dua kecamatan, yaitu Dawe dan Gebog, yang masuk dalam wilayah prioritas kewaspadaan.
Adapun ancaman angin kencang dan pohon tumbang bersifat menyeluruh di seluruh wilayah Kabupaten Kudus.
Sebagai dasar hukum kesiapsiagaan, Pemkab Kudus telah menerbitkan SK Bupati tentang Status Siaga Bencana yang berlaku hingga pertengahan tahun 2026.
