Lima medali emas Kudus masing-masing dipersembahkan Rafi Syani Pahlevi pada kelas 64–67 kilogram, M Ari Susendra di kelas 75–80 kilogram, Melania Bilqis pada kelas di bawah 50 kilogram, Vinka Widyaningrum di kelas 50–54 kilogram, serta Karuna Ingtyas Putranti pada kelas 62–66 kilogram.
Sementara itu, dua medali perunggu diraih Rizal Fariq pada kelas 55–58 kilogram dan Akhmad Syaifudin di kelas 61–64 kilogram.
Pembina Tarung Derajat Kudus, Al-Mishbah, turut mengapresiasi perjuangan para atlet dan tim pelatih. Ia menilai keberhasilan menjadi juara umum merupakan modal penting untuk meningkatkan prestasi olahraga bela diri tersebut di Kabupaten Kudus.
Meski demikian, ia mengingatkan agar para atlet tidak cepat berpuas diri. Menurutnya, pencapaian di tingkat provinsi harus menjadi pijakan untuk menghadapi tantangan yang lebih besar.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas hasil ini. Prestasi lima emas dan juara umum tentu membanggakan bagi Kudus. Namun, kami tidak ingin para atlet cepat berpuas diri karena perjalanan masih panjang dan masih banyak target yang harus diperjuangkan,” kata Al-Mishbah.
Ia menegaskan, pembinaan akan terus dilanjutkan melalui latihan dan evaluasi setelah Porprov. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga performa atlet, memperbaiki kekurangan selama pertandingan, serta mempersiapkan mereka menghadapi kompetisi pada level yang lebih tinggi, termasuk menuju Pekan Olahraga Nasional (PON).
Salah satu peraih medali emas, Vinka Widyaningrum, mengaku bersyukur dapat menyumbangkan prestasi bagi Kabupaten Kudus. Ia menjadikan keberhasilan tersebut sebagai dorongan untuk terus meningkatkan kemampuan.
“Alhamdulillah, saya senang bisa meraih emas dan ikut membawa Kudus menjadi juara umum. Hasil ini menjadi motivasi untuk terus berkembang, memperbaiki kekurangan, dan mempersiapkan diri menghadapi pertandingan berikutnya,” ujar Vinka.***
