“Hari ini tadi dari Dinas Perdagangan sudah melakukan perbaikan di Pasar Kliwon. Ini masih proses, masih di luar belum selesai. Nanti kita akan memonitor progres daripada hasil perbaikan kita, apakah masih berdampak terhadap limpasan air atau kebocoran atau tidak,” jelasnya.
Fitrianto menegaskan, perbaikan tidak hanya akan berfokus pada titik kebocoran di Blok A2. Pihaknya juga akan mengecek bagian lain, termasuk area Blok D, untuk memastikan seluruh permasalahan yang ditemukan dapat segera ditangani.
Evaluasi dilakukan setelah pekerjaan selesai guna mengetahui apakah masih terdapat kebocoran atau limpasan air ketika hujan turun.
Terkait pembiayaan, Fitrianto menyebut perbaikan sementara menggunakan anggaran pemeliharaan pasar yang tersedia di Dinas Perdagangan. Namun, pihaknya belum dapat memastikan besaran biaya yang dibutuhkan karena pekerjaan perbaikan masih berlangsung.
“Untuk sementara pemeliharaan pasar. Ada anggaran pemeliharaan pasar yang memang digunakan secara insidental manakala terjadi kerusakan-kerusakan yang ada di pasar, kita ambilkan dari dana pemeliharaan,” ungkapnya.
Melalui perbaikan dan pemantauan tersebut, Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus berharap permasalahan talang bocor dan genangan air di Pasar Kliwon dapat segera teratasi.
Fitrianto berharap kondisi pasar tetap nyaman bagi pedagang maupun pembeli, terutama saat hujan deras kembali mengguyur wilayah Kudus. Pengecekan lanjutan juga akan dilakukan untuk memastikan perbaikan yang telah dikerjakan mampu mengurangi risiko kebocoran dan limpasan air. ***
