Pelaksanaan muscab dijadwalkan berlangsung setelah Lebaran 2026, mengikuti petunjuk teknis dari DPW yang mengatur pelaksanaan secara serentak dan terkoordinasi, termasuk melalui mekanisme virtual. Setelah terbentuk di tingkat cabang, proses konsolidasi akan dilanjutkan hingga ke tingkat ranting.
Selain fokus pada pembentukan struktur, PAN Kudus juga memberikan perhatian pada kualitas kepemimpinan dengan mendorong sinergi antara kader senior dan generasi muda.
“Kami ingin ada kolaborasi yang seimbang. Kader senior memiliki pengalaman, sementara generasi muda lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi dan punya semangat tinggi,” katanya.
Menurutnya, perpaduan tersebut menjadi kunci dalam menghadapi dinamika politik yang terus berkembang, terutama di era digital yang membutuhkan strategi komunikasi yang lebih luas dan efektif.
Menghadapi Pemilu 2029, PAN Kudus menargetkan peningkatan jumlah kursi legislatif di empat daerah pemilihan yang ada. Optimisme tersebut didukung oleh kesiapan organisasi dan penguatan kader yang terus dilakukan.
“Kami tidak hanya mengandalkan figur, tetapi juga memperkuat soliditas organisasi. Target kami jelas, kursi harus bertambah,” ujar Endang.
“Dengan persiapan yang matang sejak sekarang, kami optimistis bisa meraih hasil yang lebih baik di 2029,” imbuhnya.
Di sela agenda konsolidasi, PAN Kudus juga menggelar kegiatan sosial berupa santunan anak yatim sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat. Sebanyak 100 anak menerima bantuan yang diserahkan secara simbolis.
“Kegiatan ini bentuk kepedulian kami kepada masyarakat, khususnya anak-anak yatim. Sebelumnya juga sudah kami lakukan di Panti Asuhan Aisyiyah Putri,” pungkasnya.***
