KUDUS, ZONANEWS.ID – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah menyebut capai target dalam pembayaran non tunai hingga lebih dari 90 persen. Hal tersebut diungkapkan Analyst Junior di fungsi Informasi Sistem Pembayaran BI Jateng Rina Setiyowati saat melakukan sosialisasi gerakan nasional non tunai di Gedung Graha Idola Jurang, Kecamatan Gebog, Kudus Jawa Tengah, Minggu, 6 November 2022.
“Pemakai sudah melebihi target, kalau prosentasinya targetnya 90 persen lebih dari 1000 transaksi pakai QRIS. Jadi itu pengguna baru,” jelas Rina saat ditemui awak media usai melakukan sosialisasi.
Untuk rincian penggunaan QRIS per awal September 2022 di Jawa Tengah berjumlah : 2.712.204 (90.4% dari target) pengguna, Penambahan pengguna di akhir september: 1.955.328 (ytd) dan terget penambahan pengguna sebesar 2.163.000.
Sementara data yang terdapat di Nasional, pengguna QRIS per awal september mencapai jumlah pengguna: 25.157.506 dan Penambahan pengguna di akhir september: 13.617.888 (ytd).
Lebih lanjut, salah satu dari bentuk dukungannya yakni sosialisasi QRIS (Quick Response Qode Indonesian Standard) sebagai bentuk inovasi keuangan digital dengan merchant discount rate (MDR) 0 persen bagi pelaku usaha mikro kecil.
“Perkembangan dari awal sangat pesat dan meningkat, limit dinamis selalu dilakukan peningkatan,” ujarnya.
Masih kata Rina, sejauh ini untuk keamanan pengaduan terkait QRIS sangat minim, bahkan di Jateng belum ada permasalahan.
“Pengaduan QRIS jarang sekali terjadi dan di Jawa tengah hampir tidak ada, Bank indonesia juga selalu berkerja sama dengan banyak pihak untuk sosialisasi seperti ini demi memudahkan masyarakat dalam bertransaksi,” bebernya.
