KUDUS, ZONANEWS.ID – Keberadaan tanaman eceng gondok di Desa Payaman, Kecamatan Mejobo, Kabupaten Kudus, mencuri perhatian jajaran Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah. Pasalnya tanaman gulma yang bisa dimanfaatkan lebih itu, hanya jadi penyebab banjir di Desa Payaman.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Tengah Rahmat Dwisaputra menyayangkan keberadaan eceng gondok tersebut yang belum dikelola dengan maksimal oleh warga setempat. Justru, keberadaan tanaman gulma air tersebut menyumbat saluran air dan menyebabkan genangan banjir.
“Nah kami kan lihat tadi pas waktu perjalanan kesini ada saluran air yang dipenuhi eceng gondok, mungkin ini salah satu yang menghambat perjalanan air sehingga mudah terjadi banjir,” tutur Rahmat saat menyambangi Desa Payaman, baru-baru ini.
Pihaknya mengungkapkan, akan memberikan binaan kepada warga setempat untuk pengelolaan tanaman eceng gondok. Supaya bisa dimanfaatkan menjadi barang bernilai jual, sekaligus mengatasi permasalahan sumbatan saluran air di wilayah setempat.
“Kita ada binaan mengelola eceng gondok di Ambarawa. Itu sudah dikunjungi Komisi XI DPR RI waktu itu Pak Musthofa dan lainnya di Semarang. Jadi eceng gondok itu bisa dijadikan macam-macam, seperti tikar, tas, tempah taruh souvenir, dan lain-lain,” terangnya.
Rahmat menyebut, akan segera merealisasikan rencana tersebut, ketika nantinya kelompok usaha bersama (KUB) di desa tersebut sudah terbentuk dengan matang. Sehingga, kegiatan pelatihan bisa langsung dilakukan dan pihaknya juga siap mensupport alat produksi bila diperlukan.
