Materi pelatihan disampaikan secara interaktif. Para siswa terlebih dahulu mengikuti pre-test, kemudian mendapatkan pembelajaran melalui sejumlah modul sebelum kembali mengerjakan post-test untuk mengetahui pemahaman yang diperoleh selama kegiatan.
Polres Kudus turut memberikan materi mengenai keamanan digital. Para siswa diajak mengenali berbagai ancaman di dunia maya sehingga dapat lebih berhati-hati dalam menggunakan perangkat dan layanan digital.
AKP Kadek menilai literasi digital menjadi salah satu bekal penting bagi generasi muda. Menurutnya, kemampuan menggunakan teknologi harus dibarengi dengan kesadaran terhadap risiko penyalahgunaannya.
“Teknologi memberikan banyak manfaat, tetapi juga memiliki risiko. Karena itu, literasi digital harus dibangun sejak dini agar generasi muda mampu menggunakan teknologi secara aman dan bertanggung jawab,” katanya.
Salah seorang siswa SMK Negeri 1 Kudus menyambut positif kegiatan tersebut. Ia menilai pelatihan memberikan wawasan baru mengenai penggunaan AI sekaligus membantu siswa mengenali peluang yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang pendidikan dan rencana karier.
“Kami jadi lebih tahu bagaimana menggunakan AI dengan benar dan bijak. Selain itu juga mendapat informasi tentang potensi diri, karier, hingga pendidikan,” ujarnya.
Seluruh 399 siswa yang mengikuti pelatihan hingga selesai mendapatkan sertifikat. Polres Kudus berharap kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kecakapan digital pelajar sekaligus mendorong mereka memanfaatkan perkembangan teknologi untuk hal-hal yang produktif.
Kegiatan serupa juga diharapkan mampu membangun kesadaran siswa agar lebih waspada terhadap berbagai bentuk kejahatan siber yang dapat terjadi di lingkungan digital.***
