KUDUS, ZONANEWS.ID – Antawacana di Kurusetra menjadi buku Kumpulan Cerpen pertama yang ditulis oleh Achiar M Permana. Buku berisi kisah-kisah bertema seputar dunia pewayangan itu dibedah bersama di Omah Dongeng Marwah Kudus, Sabtu 30 September 2023.
Achiar yang kesehariannya sebagai jurnalis Tribun Jateng itu menaruh perhatian besar pada penulisan fiksi setelah jurnalistik. Sebelum menelurkan buah karya ini, ia juga telah menerbitkan beberapa karya fiksi seperti kumpulan puisi Bulan Tilem Langit Jelaga, Stola Hijau Toska, Sepasang Amandaka.
Dalam bedah buku sore itu, achiar memang memaku menaruh kecintaan pada dunia pewayangan. Tema-tema pewayangan memang sudah menjadi ciri khas dari Achiar belakangan ini. Entah itu kumpulan cerpen, puisi atau pun kumpulan esai yang ditulisnya, juga terinspirasi dari wayang.
Terbaru ini, 12 cerpen dalam buku AdSK ini masih bertaut pada kisah-kisah pewayangan. Sebelumnya, dua buku yang ditulisnya juga bertema sama, kumpulan esai Duta Yudhistira tahun 2018 dan kumpulan puisi Sepasang Amandava tahun 2020 yang juga terinspirasi dari wayang.
“Sudah lama saya mempunyai keinginan untuk menulis kumpulan cerpen yang bertema wayang. Wayang memang menjadi minat saya sejak kecil,” tulis Achiar dalam prawacana atau semacam pendahuluan di buku Antawacana yang dibedah itu.
Bersama moderator Tiyo Ardianto, alumnus ODM yang kini menjadi mahasiswa filsafat Univesitas Gadjah Mada (UGM), buku kumcer antawacana ini dibedah secara gamblang oleh dua narasumber. Jimat Kalimasada, seorang cerpenis dan penulis kumcer Bom di Ruang Keluarga. Serta narasumber kedua, Saroni Asikin, novelis yang pernah menerima penghargaan Presidatama Balai Bahasa Jawa Tengah tahun 2020.
Mula-mula, Jimat membedah buku kumcer ini dari segi kepenulisan atau isinya. Menurutnya di buku cetakan kedua ini, hampir tak ada tipo berseliweran setelah ia baca ulang.
“Buku cetakan pertama AdSK masih banyak tipo, kalau sekarang sudah jarang,” kata Jimat.
Jimat juga menilai bahwa kumpulan cerita ini seolah menghidupi kisah-kisah pewayangan pada masa lampau melintas zaman ke era kekinian. Cerita-cerita itu ditulis secara renyah dan enak dibaca.
