Yuli menjelaskan, tim putra sebenarnya telah berupaya menekan lawan. Namun, kebobolan pada kuarter ketiga membuat peluang meraih hasil maksimal menjadi sulit diwujudkan.
“Tim putra kita kepleset di pertandingan terakhir. Kita sudah menyerang, tetapi memang kurang beruntung karena kebobolan di quarter tiga,” jelasnya.
Menurut Yuli, hasil Porprov kali ini menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih untuk meningkatkan kualitas permainan, terutama dari sisi mental bertanding, fokus, dan konsentrasi saat menghadapi situasi krusial.
Ia menilai sebagian besar atlet hoki Kudus masih berusia muda sehingga memiliki kesempatan panjang untuk berkembang. Pengalaman bertanding di Porprov diharapkan menjadi bekal penting bagi mereka untuk menghadapi kompetisi selanjutnya.
“Bahan evaluasinya terutama mental anak-anak. Mereka masih muda, jadi jenjangnya masih panjang. Empat tahun lagi pun mereka masih bisa dikatakan junior,” katanya.
Selain pembenahan teknis dan mental, Yuli menekankan pentingnya dukungan berkelanjutan dari pengurus dan pihak pembina agar para atlet dapat terus menjalani latihan serta mengembangkan kemampuan mereka.
Dari sisi kondisi fisik, para pemain secara umum mampu menyelesaikan pertandingan dengan baik. Meski terdapat benturan dan cedera ringan akibat kontak dengan stik, kondisi tersebut tidak sampai menghalangi para atlet melanjutkan pertandingan.
Raihan medali perunggu ini diharapkan menjadi motivasi bagi Srikandi Hockey Kudus untuk terus meningkatkan kemampuan dan memperkuat kekompakan tim. Dengan pembinaan berkelanjutan serta persiapan yang lebih matang, Hockey Kudus diharapkan mampu mencatatkan prestasi lebih baik pada Porprov mendatang.***
