“Bayi masih nol (kasus), semoga yang bisa terpantau semua dan sehat semua,” tuturnya.
Lebih lanjut, Nuryanto mengatakan bahwa ada sebanyak 11 ibu dan 124 bayi yang meninggal dunia di tahun 2023. Jumlah tersebut cenderung turun di tahun 2022, yang sebanyak 12 ibu dan 125 bayi tercatat meninggal dunia.
Pihaknya menyebut, kasus kematian ibu yang terjadi, seringnya disebabkan karena perdarahan pasca melahirkan.
“Perdarahan pasca melahirkan itu yang kadang tidak bisa kita kendalikan, jadinya memang harus waspada di situ,” katanya.
Sedangkan untuk kasus kematian bayi, terjadi karena beberapa faktor. Antara lain, penyakit bawaan, berat badan lahir rendah (BBLR), dan lahir kurang umur atau prematur. ***
