Manager Tim ASTI Kudus, Dadi Utomo, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian yang diraih anak-anak asuhnya. Menurutnya, hasil tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena tim yang berangkat ke Blora tidak diperkuat seluruh pemain terbaiknya.
“Alhamdulillah, Blora menjadi ladang rezeki bagi anak-anak ASTI. Meskipun skuad yang berangkat tidak lengkap karena banyak pemain yang diambil ke klub EPA Liga 1, anak-anak mampu menunjukkan hasil latihan selama ini,” ungkap Dadi Utomo, Senin, 12 Oktober 2026.
Ia menilai pencapaian tersebut menjadi bukti bahwa proses latihan dan pembinaan yang dilakukan selama ini mampu memberikan hasil positif. Meski menghadapi keterbatasan jumlah pemain, ASTI Kudus tetap mampu menunjukkan performa yang kompetitif hingga berhasil meraih gelar juara.
“Keberhasilan di Blora membuka peluang bagi para pemain untuk melanjutkan persaingan di tingkat nasional. Tim yang finis di posisi juara pertama dan kedua berhak mendapatkan golden ticket untuk mengikuti seri nasional yang akan berlangsung di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat,” bebernya.
Kesempatan tersebut menjadi tantangan baru bagi para pemain muda ASTI untuk menguji kemampuan mereka menghadapi tim-tim dari berbagai daerah.
Sebagai akademi sepak bola yang berpusat di Kudus, ASTI terus memperluas jangkauan pembinaan pemain usia dini. Saat ini, pembinaan ASTI telah menjangkau delapan kota, yaitu Kendal, Tegal, Semarang, Purbalingga, Kulon Progo, Lamongan, Bekasi, dan Ternate.
Ke depan, ASTI juga menyiapkan pembukaan sejumlah cabang baru sebagai bagian dari upaya memperluas pembinaan sepak bola bagi anak-anak Indonesia.
Dominasi di Piala Liga Grassroots 2026 menjadi tambahan prestasi bagi ASTI Kudus sekaligus bekal untuk menghadapi kompetisi selanjutnya. Dengan raihan tiga gelar juara, ASTI Kudus diharapkan mampu mempertahankan konsistensi pembinaan dan kembali menunjukkan kemampuan terbaiknya pada seri nasional mendatang.***
