“Dari tiga kali penyelenggaraan, ini yang kedua yang kita ikuti. Kalau lolos turnamen ini biasanya akan berlanjut ke Kejuaraan Gothia di Swedia, jadi nanti atau talent scouting,” tandasnya.
Salah satu siswa ASTI Jateng KU 14, Muhammad Khoirul Anam yang bertanggungjawab di lini sayap kanan, menyebut bahwa Ia telah telah melakukan latihan maksimal dari pagi, sore hingga malam hari. Latihan difokuskan pada taktik permainan.
“Ini baru pertama kali ikut (Barati Cup), targetnya bermain bagus dan memuaskan tim,” katanya siswi ASTI asli Ngawi, Jawa Timur yang bergabung sejak tahun 2024 lalu.
Senada, Muchammad Fatchan Mubina Ghozali yang bergabung dengan tim ASTI Jateng KU 15, juga menargetkan juara dalam ajang Barati Cup Internasional East Java 2025. Ia akan bertemu dengan tim dari Jakarta dan India.
“Latihan full, bahkan di Hari Minggu. Lawan yang diantisipasi itu India, karena secara postur tubuh dan kekuatan mereka yang berbeda dengan kita tentunya. Target meraih juara,” tukasnya. ***
