Pihaknya langsung menelusuri siapa yang mengunggah video tersebut dengan dalih mecnegah kegaduhan. Didik menuturkan, saat ditemukan, pengunggah video adalah lelaki berusia 16 tahun, warga seberang sungai.
Menurut hasil penelusuran pihaknya, kata Didik, anak lelaki tersebut mengunggah video menggunakan TiTok akun orang tuanya. Ia pun mengatakan si pengunggah video bukan warga Dusun Wetan.
Didik mengakui, anak lelaki yang mengunggah video tersebut ditegur pihaknya dan menuliskan permintaan maaf di atas meterai kepada pihak yang merasa dirugikan.
Klaim lain, ujar Didik, pihaknya sudah melakukan pengecekan kualitas aspal bersama tenaga ahli, serta dinas terkait. Ia bahkan mempersilakan warga untuk mengecek secara langsung kondisi di jalan tersebut.
Sebelumnya, beredar video TikTok yang menunjukkan kualitas jalan yang baru di aspal dengan keterangan lokasi di Kudus. Video dari akun @anak.e Bu Ton itu menyayangkan pengaspalan yang rapuh, bagaikan remahan roti.
Pengunggah video durasi 29 detik tersebut menunjukkan betapa mudahnya aspal yang bisa dikelupas dengan tangan kosong. Meski sudah hilang, namun video aspal Desa Rahtawu, Gebog tesebut sempat diunggah ulang oleh akun TikTok @info.muria, dan menyita perhatian publik. *** (Fitria Rahmawati/Siti Rahayu)
