Anggota DPRD Jateng Dukung Kopi Muria Naik Kelas, Ajak Masyarakat Ikut Pelatihan Barista Gratis 

Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Arif Wahyudi saat ikut serta dalam Sarasehan Budaya di Guyangan Camp, Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus pada Sabtu, 9 Desember 2025 malam. (Nila/Zonanews.id)

KUDUS, ZONANEWS.ID – Pengembangan Kopi Muria maupun kopi khas Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Salah satunya dari anggota Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jateng, Arif Wahyudi.

Pihaknya dengan tegas siap mendorong agar kopi lokal dari Lereng Gunung Muria, khususnya di Kabupaten Kudus ini naik kelas dan masuk dalam program ketahanan pangan.

Bacaan Lainnya

Seperti keberhasilan pengembangan industri Kopi Posong khas Temanggung, Kopi Muria juga diharapkan bisa ikut serta.

Hal tersebut disampaikan Arif dalam Sarasehan Budaya yang digelar di Guyangab Camp, Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kudus pada Sabtu, 9 Agustus 2025 malam.

Arif Wahyudi, yang hadir sebagai pembicara, menjelaskan bahwa kopi tidak hanya sebatas minuman, tetapi juga komoditas strategis.

Ia mencontohkan kisah sukses kopi Posong di Temanggung, yang awalnya ditanam untuk mencegah erosi, kini menjadi salah satu penghasil biji kopi terbaik.

“Kopi di Lereng Muria termasuk tanaman unggulan. Kami akan berupaya membantu melalui program dan kebijakan agar Kudus dan Jepara memiliki legacy untuk petani kopi,” ujar Arif.

Sebagai bentuk dukungan, Arif Wahyudi mengungkapkan adanya beragam program gratis dari provinsi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor kopi.

Pelatihan tersebut mencakup pelatihan barista, program 30 hari yang tidak hanya memberikan ilmu tentang roasting kopi, tapi juga uang saku tiap hari bagi para peserta.