Anak-Anak Paud Roudlotut Tholibin Undaan Rayakan Maulid Nabi Dengan Menyimak Cerita Dongeng

Puluhan anak-anak Paud Raudlatut Tholibin Sambung, Undaan Kudus menyimak cerita dongeng dengan antusias. (Syim)

“Dongeng bisa menjadi metode belajar dan sarana edukasi yang mudah ditangkap oleh anak-anak. Kalau kita hanya, memakai metode dakwah atau ceramah, sudah biasa dan belum tentu anak-anak suka,” tambah pegiat Lumbungbaca itu.

Melibatkan anak dalam kegiatan juga menjadi metode merangsang respons anak. Misalnya, anak diajak bermain, menjawab pertanyaan dan menirukan suara-suara yang lucu dari pendongeng.

“Cerita-cerita yang disampaikan mudah diterima dan antusiasnya juga tinggi. Kami melihat keceriaan dan suka cita anak-anak yang menyimak dari awal sampai akhir,” timpalnya.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, pegiat Seni Tutur Tsummakala, Erika Cipleng yang juga hadir di lokasi mengungkapkan bahwa kesenian berbasis dongeng perlu dikembangkan di Kudus. Rupanya, kata dia, dongeng dapat menyatu dengan seni lainnya, bahkan diterapkan dalam metode pembelajaran di sekolah.

“Seni dongeng memang fokusnya kami arahkan ke anak-anak usia paud sampai Mts/SMP. Dengan gaya bercerita yang lucu, galak, tegas, ini suatu hal baru bagi anak-anak,” kata Erika.

Pihaknya berharap kesenian berbasis dongeng kedepannya mulai dilirik dan mendapat perhatian dari masyarakat maupun di lingkungan pendidikan. Seni tutur dapat menjadi sarana edukasi yang menyenangkan bagi anak.

“Ternyata metode dongeng bisa diterapkan untuk anak-anak dengan cara yang lebih seru dan menarik,” terang Erika.***