Sumiati melanjutkan, pembentukan Humanis mulanya ditujukan untuk meringankan masyarakat saat pandemi covid-19 melanda Kudus. Selain membaginya di bahu jalan, pihaknya juga blusukan ke rumah-rumah warga.
“Dulu yang pertama itu dilounching sama Bu Mawar (Ketua TP PKK Kudus), harapannya kegiatan ini bisa membantu masyarakat,” tukasnya.
Sementara itu, Lurah Mlati Kidul, Mujiono menyebut bahwa pihaknya tidak melarang sepenuhnya atas kegiatan Humanis tersebut. Ia hanya melarang sementara kegiatan dilakukan di area kantor kelurahan setempat.
“Kalau mau di lain tempat silahkan. Kita tidak memperbolehkan sementara, sampai waktunya reda,” ungkapnya.
Menurutnya, ada rumor tak benar yang beredar tentang kelurahan setempat. Pihaknya juga menyebut, dilarangnya sementar Humanis berkegiatan di area Kantor Kelurahan sebab ada kepentingan politik yang merajalela di wilayah setempat.
“Buktinya waktu mereka saya suruh mengikuti acara Senam Sicita dan menyambut kehadiran Puan (keduanya aktifitas dan tokoh nasional salah satu Partai Politik) di Kudus mereka ‘mbodoli” (mundur) gak pada mau ikut, hanya beberapa orang saja yang nurut,” kata Mujiono.***
