Melalui aksi damai ini, para mahasiswa juga menuntut agar Pemkab Kudus ke depannya tidak membungkam atau melarang ketika mahasiswa maupun rakyat bersuara.
“Kami berharap, Pemkab juga bisa mengatasi masalah-masalah di Kabupaten Kudus secara menyeluruh tanpa arogan,” imbuhnya.
Perwakilan dari PMII Kudus, Aska Shofi menerangkan, melalui aksi seribu lilin malam ini, para mahasiswa menegaskan bahwa api perjuangan tidak akan padam. Mahasiswa akan terus mendiring perbaikan di pemerintahan Indonesia, utamanya di Polri.
Sementara itu, Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris bersyukur bahwa aksi damai malam ini di depan Mapolres Kudus berjalan dengan baik dan lancar.
Atas nama Pemkab dan semua unsur Forkopimda Kudus, pihaknya mengucapkan bela sungkawa atas meninggalkan seorang Ojol di tengah aksi demonstrasi di Jakarta kemarin.
“Semoga almarhum diterima di sisi terbaik Allah SWT dan keluarga almarhum diberi kekuatan. Semua adalah saudara,” kata Bupati.
Lebih lanjut, orang nomor satu di Kudus itu juga menegaskan bahwa pemerintah akan selalu tegas dalam menegakkan keadilan.
“Bahwa siapa yang bersalah akan dihukum,” tegas Bupati Sam’ani.
Kemudian, Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo juga menyampaikan rasa bela sungkawa atas meninggalnya seorang Ojol bernama Affan Kurniawan.
“Atas nama keluarga besar Polres Kudus, kami turut berbela sungkawa. Semoga amal ibadah korban diterima Allah SWT,” doa Kapolres.
Usai aksi damai ini, Satlantas Polres Kudus dikatakan AKBP Heru juga mengawal semua mahasiswa pulang dengan aman dan tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.***
