Menurut As’ad, kegiatan ini memberi ruang bagi generasi muda untuk mengekspresikan ide dan pesan moral sesuai dengan perkembangan dunia digital.
“Kami memberi ruang kreativitas agar anak-anak muda bisa menyampaikan pesan-pesan positif melalui karya visual yang dekat dengan keseharian mereka,” jelasnya.
Selain penguatan nilai keagamaan dan kreativitas, LDII Kudus juga menanamkan nilai kebersamaan melalui kegiatan nonformal seperti memasak dan bakar jagung bersama.
“Kegiatan sederhana ini mengajarkan banyak hal, mulai dari kerja sama, disiplin, tanggung jawab, sampai kepedulian sosial,” ungkap As’ad.
Ia menegaskan bahwa pembinaan generasi muda harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan untuk menjawab tantangan sosial dan budaya yang semakin kompleks.
“Pembinaan karakter tidak bisa instan. Harus terus-menerus agar generasi muda memiliki fondasi yang kuat dan mampu memberi kontribusi positif di tengah masyarakat,” tegasnya.***
