“Stunting bukan takdir. Ini masalah gizi kronis yang bisa dicegah dan diatasi. Maka kami ingin hadir bukan hanya lewat bantuan makanan, tapi juga edukasi dan pendampingan keluarga secara berkelanjutan,” tegas Muslimah.
Dalam kegiatan tersebut, para orang tua juga mendapatkan edukasi seputar pola konsumsi pangan beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA).
Menurut Muslimah, pola asuh dan kesadaran orang tua dalam memenuhi kebutuhan gizi anak menjadi kunci penting dalam memutus mata rantai stunting.
Selain itu, ‘Aisyiyah juga menekankan pentingnya ketahanan pangan berbasis rumah tangga sebagai solusi jangka panjang dalam menciptakan generasi sehat dan produktif.
“Harapannya, kegiatan ini bisa jadi pemantik kesadaran bersama bahwa membangun anak sehat dimulai dari dapur rumah sendiri. Dan kami percaya, ketika ibu berdaya, maka keluarga akan tangguh, dan bangsa akan kuat,” tandas Muslimah. ***
