Di sisi infrastruktur, jalur sepanjang sekitar 450 meter menuju air terjun mulai dibenahi. Bagian paling curam sepanjang kurang lebih 40 meter telah diperkeras menggunakan konstruksi beton untuk memudahkan akses dan meningkatkan keamanan.
Pengelola menegaskan pengembangan wisata tidak akan mengubah karakter alami kawasan Air Terjun Montel. Fasilitas yang dibangun hanya berupa sarana penunjang keselamatan tanpa menambah wahana buatan yang dapat mengurangi keasrian lingkungan.
Pengalaman dari insiden pengunjung yang sempat melakukan aktivitas menggunakan tali tanpa pengawasan juga menjadi evaluasi penting. Ke depan, seluruh aktivitas canyoning akan diwajibkan menggunakan perlengkapan berstandar keselamatan serta didampingi pemandu yang kompeten.
“Semua aktivitas nantinya harus menggunakan peralatan sesuai standar dan didampingi pemandu yang berkompeten. Aktivitas ekstrem tidak boleh dilakukan sembarangan,” tegas Eko.
Selain canyoning saat debit air mencukupi, kawasan tebing di sekitar Air Terjun Montel juga dinilai berpotensi dimanfaatkan sebagai lokasi panjat tebing pada musim kemarau. Dengan konsep tersebut, wisata petualangan di kawasan lereng Muria diharapkan dapat berlangsung sepanjang tahun.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus, Abdul Halil, menilai rencana pengembangan canyoning di Air Terjun Montel menjadi peluang untuk memperkaya destinasi wisata minat khusus di Kudus.
Namun, ia mengingatkan agar aspek keselamatan dan pelestarian lingkungan tetap menjadi prioritas.
“Potensinya sangat baik sebagai daya tarik baru wisata Kudus. Namun pengelola harus memastikan seluruh peralatan, jalur, dan pemandu memenuhi standar keselamatan agar wisatawan dapat beraktivitas dengan aman,” kata Halil.
Ia menambahkan, pemerintah daerah siap memberikan pendampingan agar pengembangan wisata tersebut berjalan profesional sekaligus menjaga kelestarian alam di kawasan lereng Gunung Muria.
“Jika dikelola dengan baik tanpa mengabaikan konservasi, wisata canyoning di Air Terjun Montel berpeluang menjadi ikon wisata petualangan pertama di Kabupaten Kudus,” pungkasnya.***
