60 Ekor Populasi Cecak Batu Muria Dicatat

Cecak Batu (Cnemaspis Muria) di kawasan lereng gunung Muria. (Green Community)

Sementara itu, Lutfian Nazar selaku selaku Ketua Green Community Biologi UNNES mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk melakukan pemetaan terhadap populasi dan data biologi termasuk perilaku Cnemaspis muria.

Pendataan yang dilakukan selama tiga hari tiga malam tersebut menghasilkan pendataan dengan jumlah cecak batu yang ditemui sekitar 60 ekor.

“Kami berupaya untuk menyediakan peta distribusi terkini dan menilai pemodelan kesesuaian habitat Cnemaspis muria,” katanya saat dihubungi pada Senin, 19 September 2022.

Bacaan Lainnya

Lebih lanjut, Nazar menjelaskan, penelitian yang didukung oleh The Mohammad Bin Zayed Species Conservation Fund (MBZ) diawali dengan survei survei keberadaan Cecak Batu Muria di tiga Kabupaten yang masih kawasan lereng gunung Muria, yakni Kudus, Pati, dan Jepara.

“Untuk saat ini populasi Cecak Batu Muria yang baru ditemukan hanya di sungai Ceweng, perbatasan antara Desa Kajar dengan Colo,” imbuhnya.

Setelah survei keberadaan Cecak Batu, lanjut Nazar, pihaknya kemudian melakukan survei lanjutan mengenai populasinya. Dalam kegiatan tersebut, selain meneliti Cecak Batu Muria, pihaknya juga melakukan pendataan terhadap keanekaragaman hayati (burung, herpetofauna, capung, dan kupu-kupu) di setiap lokasi yang dikunjungi.

“Hal ini sejalan dengan agenda MRC yang mengusung jelajah muria, memperbarui data Keanekaragaman Hayati (Kehati) di kawasan Gunung Muria,” pungkasnya.

Pihaknya berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat lokal khususnya mengenai isu-isu konservasi reptil dan keanekaragaman hayati melalui Pendidikan lingkungan di sekolah.***