“Paling banyak penerima ada di PT Djarum, totalnya 35.794 orang,” ungkapnya.
Sementara itu, Pj Bupati Kudus, Muhammad Hasan Chabibie menilai bahwa BLT kali ini merupakan sesuatu yang ditunggu-tunggi buruh atau pekerja rokok di Kudus sejak lama.
Hasan Chabibie berpesan, BLT yang diterima bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan primer keluarga.
“Tolong dimanfaatkan bantuan ini untuk kebutuhan primer keluarga, jangan dibuat judi online, jangan terjebak itu. Gunakan untuk kebutuhan primer,” tegasnya.
Salah satu penerima BLT dari PT Prima Tobacco Harum Industry, Lia (23) merasa bersyukur bisa menerima BLT lagi tahun ini.
Sekitar bulan Juni 2024 lalu, Lia bersama rekan-rekan kerjanya satu perusahaan sudah menerima BLT senilai Rp 900 ribu.
“Dapat BLT ini akan saya gunakan untuk kebutuhan sehari-hari, buat beli susu sampai pampers anak. Ini BLT kedua, sebelumnya bulan Juni dapat Rp 900 ribu, yang ini Rp 300 ribu,” katanya.
Selanjutnya, Lia ditemani teman-temannya, Karomah (31) dan Hidayah (25) berharap ada BLT lagi di tahun-tahun berikutnya. Bahkan jika bisa, nominalnya ditambah.
“Semoga diadakan terus tiap tahun, meningkat juga nominalnya,” kata Lia dengan senyum lebar.***
