“Seluruh pemain tergolong berbakti, para pemuda yang bernyali pemberani dan sportif,” sambungnya.
Tahun ini, pemerintah desa Tegalsambi menyiapkan 400 obor untuk para bemain saling bertanding. Obor-obor tersebut terbuat dari daun tebu kering yang diikat sekitar dua meter panjangnya.
“Ada sekitar 360-400 obor, yang sudah disediakan dan diangkut dengan truk sebelumnya,” bebernya.
Tradisi yang sudah beratus-ratus tahun ini diharapkan dapat menjadi ikon Desa Tegalsambi dan terus dilestarikan oleh para generasi muda.
“Semoga tradisi ini memberikan keberkahan bagi warga Tegalsambi dan masyarakat Jepara, dilaksanakan secara gembira bersama dan tetap dilestarikan,” harapnya. ***
