Ia memastikan pemerintah daerah tetap menyiapkan bonus bagi atlet yang berhasil meraih medali. Besarannya akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
“Bonus tetap ada, tetapi menyesuaikan kemampuan keuangan daerah. Kami ingin memberikan penghargaan yang nyata sebagai bentuk apresiasi kepada para atlet,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kudus, Sulistyanto, menyampaikan bahwa pihaknya memproyeksikan perolehan 35 hingga 40 medali emas pada Porprov Jateng XVII 2026.
Sejumlah cabang olahraga yang diandalkan untuk mendulang medali di antaranya bulu tangkis, tenis meja, atletik, voli indoor, dan voli pantai. Peluang juga diharapkan datang dari cabang bela diri, seperti pencak silat, gulat, sambo, tinju, karate, muay thai, dan tarung derajat.
Selain itu, KONI Kudus turut memperhitungkan peluang dari cabang sepak bola dan softball.
“Kalau berdasarkan kalkulasi kami, target emas berada di angka 35 sampai 40. Harapannya, hasil tersebut bisa membawa Kudus masuk lima besar,” kata Sulistyanto.
Target tersebut menjadi upaya untuk meningkatkan pencapaian Kudus dibandingkan Porprov sebelumnya. Pada kompetisi terdahulu, Kudus menempati peringkat ke-10 dengan raihan 28 medali emas.
Berdasarkan laporan tertulis KONI Kudus, kontingen yang diberangkatkan terdiri atas 389 atlet, 87 pelatih, dan 35 ofisial. Dengan demikian, total anggota kontingen mencapai 511 orang yang akan mengikuti 41 cabang olahraga.
Porprov Jateng XVII 2026 dijadwalkan dibuka di GOR Jatidiri Semarang pada Minggu, 25 Oktober 2026 dan ditutup di GOR Kendal pada Sabtu, 31 Oktober 2026.
Pertandingan akan tersebar di Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Kendal, Kabupaten Demak, serta Surakarta untuk cabang balap sepeda.***
