22 KDMP Diusulkan Bantuan Bioflok KKP, Ditargetkan Perkuat Hilirisasi Perikanan di Kudus

Kolam budidaya lele ikan air tawar di Desa Honggosoco. (Foto: Ayu Devi/Zonanews.id)

Selain kolam, bantuan juga mencakup rumah budidaya, bibit ikan, pakan, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), hingga jaringan saluran air.

“Kalau memang nanti hasil verifikasi dari KKP lolos, bantuannya dibangunkan langsung dari sana. Mulai tempat budidaya, kolam, bibit, pakan, sarana-prasarana, termasuk IPAL dan saluran air,” ungkapnya.

Zainal menyebut nilai bantuan yang diterima setiap KDMP diperkirakan mencapai Rp 500 juta hingga Rp 600 juta.

Bacaan Lainnya

Ia menambahkan, program bioflok sebenarnya sudah berjalan sejak tahun 2025. Di Kabupaten Kudus, sudah ada dua desa yang menerima bantuan tersebut, yakni Desa Karangrowo dan Desa Undaan Lor.

Namun, pelaksanaan di Desa Karangrowo sempat terkendala banjir yang menyebabkan bibit ikan hanyut usai ditebar ke kolam.

“Yang di Karangrowo kemarin terkendala banjir. Setelah tebar ikan, Januari terjadi banjir dan bibitnya hanyut semua,” ujarnya.

Sementara itu, budidaya di Desa Undaan Lor dinilai berhasil dan sudah memasuki masa panen untuk ikan lele dan nila.

“Alhamdulillah yang di Undaan Lor berhasil dan sekarang sudah mulai panen lele sama nila,” tambahnya.

Zainal berharap seluruh 22 KDMP di Kudus yang telah mengakses program tersebut dapat lolos verifikasi KKP sehingga bantuan bioflok bisa direalisasikan seluruhnya pada tahun 2026.

“Semoga saja 22 KDMP yang mengakses itu bisa terealisasi semua,” tandasnya.***