Kemudian, pihaknya meminta agar peternak kambing untuk bisa melakukan sanitasi di kandang, sebelum hewan benar-benar terindikasi terserang PMK.
“Yang terpenting adalah cara mengantisipasinya. Jadi setiap hati kita keliling ke wilayah, mengantisipasi agar siklus penularannya bisa kita cegah,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Kudus HM Hartopo meminta agar kasus PMK yang mulai menyerang kambing ini bisa selalu dilaporkan kepadanya. Pihaknya mengaku bahwa selama ini laporan terkait PMK jarang diterima olehnya.
“Sekarang PMK mulai merambah ke kambing. Perkembangan kasusnya harus dilaporkan ke saya. Selama ini PMK tidak dilaporkan ke saya,” kata Hartopo saat rapat koordinasi dengan para organisasi perangkat daerah (OPD) di lantai 4 Setda Kudus.
Pihaknya berharap dispertan bisa bekerja maksimal agar kasus PMK tidak semakin menyebar dan menyerang hewan ternak di Kudus.
Untuk diketahui, dari laporan terakhir dispertan 25 Juli 2022, hewan ternak di Kudus yang terindikasi PMK berjumlah 11 kasus. Sedangkan hewan yang mengalami gejala klinis sebanyak 611 ekor. Sementara vaksinasi PMK sudah menyasar 491 hewan ternak di Kudus.***
