Wabah Antraks Merebak di Gunungkidul, Sidi Pramono : Kudus Tidak Pernah Ada Kasus

Subkoodinator Produksi dan Kesehatan Hawan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Sidi Pramono memeriksa hewan ternak. (FOTO : ISTIMEWA)

“Penyakit antraks bersifat menular akut pada hewan dan manusia. Karena bakteri spora atau endospora
itu berkembang bisa sampai 40 tahun. Kudus tak pernah ada kasus suspek,” ucapnya.

Meskipun begitu, pihaknya tetap melakukan langkah-langkah untuk mencegah ternyata penyebaran wabah tersebut di Kota Kretek ini.

“Tindakan kita, kita melakukan survei, dan edukasi. Informasi ke peternak-peternak. Serta kita juga membagikan disinfektan secara gratis,” tambah dia.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, Kepala UPT Puskeswan dokter hewan Anton Cahyono menambahkan, meminta agar masyarakat di Kabupaten Kudus khususnya tetap waspada. Tidak hanya itu, dirinya meminta agar warga tidak mengonsumsi hewan ternak yang terpapar antraks.

”Saran kami masyarakat tidak mengonsumsi hewan ternak yang terpapar antraks. Selain itu segera melapor ketika ada temuan hewan mati mendadak,” katanya.***