Oleh karena itu, pihaknya berharap dengan hadirnya instrumen pemerintah dalam hal ini Dinas Arsip dan Perpustakaan dapat menggalakkan muda-mudi di bidang literasi.
“Dan semoga dapat menjadi titik terang bagi generasi muda dalam meningkatkan literasi, bukan malah sebaliknya,” pungkas Lilik.
Sementara itu, di kesempatan yang sama, Rhy Husaini selaku Koordinator KBPW mengungkapkan tujuan dari agenda ini untuk memberikan bantuan dana program, atau bantuan berupa fisik untuk perpustakaan yang inklusif apabila memenuhi standarisasi yang ditetapkan.
Dengan terselenggaranya agenda tersebut, Rhy berharap Lumbung Baca KBPW mendapatkan fasilitas yang dibutuhkan.
“Selain sarana dan prasarana, tentu saja kami membutuhkan dukungan dari dinas terkait demi mengembangkan dan meningkatkan potensi KBPW dalam bidang literasi,” pungkasnya.***
