Viral Pelajar SMK Kritisi Pendidikan Indonesia, Ini Tanggapan Pendidik di Kudus

Pelajar SMK Kritisi sistem pendidikan di Indonesia. (TANGKAPAN LAYAR @omongomongcom)

Menanggapi hal tersebut, salah seorang pendidik di Kabupaten Kudus dari SMK Duta Karya Faruq Makrus mengutarakan bahwa untuk tingkat pelajar SMK, perspektif yang telah disampaikan Rafi cukup luas.

“Bagi siswa itu tentu saja mewakili,” kata Faruq saat ditemui, Rabu 13 Juli 2022.

Selanjutnya Faruq menyampaikan, dengan adanya pemetaan pendidikan di sekolah sebetulnya sudah ada sebuah batas-batas. Pihaknya mengakui, masih ada semacam sekat yang menekan antara guru dengan siswa.

Bacaan Lainnya

“Saya akui untuk saat ini, banyak yang masih menggunakan pola-pola yang menekan siswa,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Faruq mengungkapkan mengenai esai Rafi, memang ada bagian yang idenya sangat keren dan cukup mewakili generasi saat ini.

Kendati demikian, sebagai pendidik khususnya, Faruq Makrus menghimbau untuk tidak mengambil dari satu perspektif. Tetapi mesti pula melihat aspek-aspek lainnya seperti lingkungan, budaya, orangtua, dan program sekolah.

“Hampir setiap tahun, Kemdikbud mengubah kurikulum. Yang tandanya, saya kira, mereka sudah membaca hal-hal seperti ini, guna menyesuaikan diri dengan generasi yang ada saat ini,” tandasnya.

Pada dasarnya, tutur Faruq, yang terbaik memang mendengarkan siswa, tetapi tetap dengan batas-batas. Batas-batas tersebut diharapkan dapat membuat siswa menjadi lebih bertanggungjawab.***