Utusan Kemendagri Cek Langsung Siskamling “Jogo Warga, Jogo Deso” di Kudus, Sebut Tradisi yang Harus Dirawat

Direktur Direktorat Dekonsentrasi Tugas Bantuan dan Kerjasama, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Elfin Elyas (ujung kiri) didampingi Bupati Kudus, Sam'ani Intakoris mengecek aktivitas Siskamling di RW 1 Desa Rendeng, Kecamatan Kota, Kudus. (Foto: Yuliadi)

“Dari laporan Pak Bupati, 80 persen poskamling masih aktif. Sisanya akan terus kita dorong supaya kembali hidup, dengan dukungan camat, kades, lurah, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas,” jelasnya.

Bupati Kudus Sam’ani Intakoris yang mendampingi kunjungan Elfin menambahkan Alhamdulillah untuk kegiatan poskamling di Kudus ini sudah lama berjalan dengan baik. Meski diakui ada beberapa siskamling yang “tidur.”

“Memang ada 20–30 persen yang belum aktif, ya kita bangkitkan lagi lewat Pak Camat, Pak Kades, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan semua elemen masyarakat untuk ikut serta menjaga diri sendiri, warganya, dan lingkungannya,” ungkap Sam’ani.

Bacaan Lainnya

Bupati Kudus menegaskan bahwa keamanan lingkungan yang terjaga juga berdampak pada stabilitas ekonomi. Kudus yang menjadi salah satu penyumbang cukai terbesar di Indonesia dengan capaian hampir Rp50 triliun harus dijaga kondusifitasnya.

“Kudus cinta damai, tidak mau rusuh. Kita harus jaga ini, jangan sampai ada PHK, jangan sampai ada ekonomi yang kurang baik. Kalau ekonomi lancar, masyarakat makmur, hidupnya sejahtera,” tegas Sam’ani.

Sementara itu, Kepala Desa Rendeng, Muhamad Yusuf, menyebut dari 23 RT di wilayahnya terdapat 14 pos ronda, namun yang masih aktif tinggal 8.

“Sebagian RT keamanannya sudah tercakup oleh perusahaan setempat, sementara yang lain beralih pada penggunaan teknologi komunikasi berbasis internet. Kami juga memasang CCTV dari dana desa di delapan titik rawan, dan terbukti berhasil menekan angka kriminalitas,” terang Yusuf. ***