Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Imam Andi Santosa yang meninjau penyaluran elpiji 3 kg di Pangkalan Purnomo, memastikan bahwa pasokan elpiji subsidi tersebut pada saat ini dalam kondisi aman.
“Termasuk di Pangkalan Purnomo ini, kondisi gas lancar dan aman,” tuturnya.
Ia menjabarkan bahwa data terkait konsumen rumah tangga miskin di Desa Ploso terhitung sekitar 780 keluarga. Sedangkan total pangkalan yang melayani elpiji 3 kg di Desa Ploso ada berjumlah 16 pangkalan.
“Kami sudah melakukan peninjauan di dua pangkalan, satu di Pangkalan Purnomo dengan pasokan 2.400 dalam sebulan dan Pangkalan Jumuni yang melayani 400 tabung gas, itu baru dua pangkalan, jadi insyaalah stok aman di Ploso,” tambahnya.
Lebih lanjut, Andi juga menerangkan terkait dengan adanya isu kelangkaan elpiji subsidi yang sempat menggegerkan masyarakat Kudus belum lama ini. Ia menegaskan bahwa tidak ada kelangkaan, hanya saja ada keterlambatan pengiriman.
“Jadi sempat ada keterlambatan pengiriman karena kapal pengangkutnya tidak bisa sandar di dermaga karena faktor cuaca, kita sudah upayakan berbagai alternatif, dan sekarang kondisi sudah normal kembali,” tandasnya.
Andi pun mengimbau agar masyarakat tidak panik sehingga berdampak pada aksi panic buying terhadap pembelian elpiji subsidi. Kondisi saat ini dipastikan aman dan lancar, dengan stok elpiji yang mencukupi. ***
