“Lembaga pendidikan ini cukup lama, kita harapkan bisa menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas tentu dengan beradaptasi pada perkembangan teknologi dan pemanfaatan AI,” katanya.
Di samping itu, UMK harus bisa membangun jejaring dan berkolaborasi dengan lembaga pendidikan lainnya, tidak hanya di Indonesia tapi juga di level dunia. Sehingga eksistensi mutu perguruan tinggi juga bisa di kenal hingga mancanegara.
“Hari ini realitasnya dunia itu datar, tidak ada batasan untuk saling bersinergi, berkolaborasi dengan lembaga lainnya. Maka manfaatkan itu untuk terus membangun jejaring dengan peningkatakan kualitas pendidikan di UMK,” tambahnya.
Tak kalah penting, UMK harus terus mengaplikasikan teori learning organitation atau lembaga yang terus belajar untuk upgrade mutu pendidikan. Baik itu dari komponen rektornya, dosen, staff, maupun mahasiswa.
“Harapannya dengan itu semua UMK bisa menjadi World University di Kudus,” tukasnya. ***
