Di samping itu, sebagai langkah menekan inflasi di Kudus, pihaknya juga akan mengikuti instruksi Bupati Kudus. Dibantu dinas-dinas terkait di Kudus untuk selalu memantau kondisi pasar. Terutama harga kebutuhan pokok seperti telur dan cabai yang harganya stabil mahal.
“Kita sebagai pemerintah, pertama punya tugas untuk mengontrol distribusi masuk. Kedua, memastikan stok barang di pasar itu masih atau tidak ada. Keadaan ini terjadi secara nasional, jadi mau tidak mau semua harus saling koordinasi, gotong royong, berkerjasama,” jelasnya.
Sebab itu, Sekda Kudus sangat membutuhkan banyak bantuan dari berbagai pihak untuk berupaya bersama menekan angka inflasi. Tidak hanya dinas, organisasi masyarakat hingga relawan juga diminta untuk memberikan edukasi kepada masyarakat. Ini terkait dengan agar lebih gemar menanam tanaman pokok yang mudah tumbuh di pekarangan rumah. Seperti cabai, sayur mayur, dan lainnya.
“Bersama-sama menggerakkan masyarakat untuk gemar menanam tanaman di rumah. Sehingga mengurangi kebutuhan yang dibeli. Setidaknya mencukupi kebutuhan pangan rumah tangga,” ungkapnya.
Sebab itu, kembali, Samani menegaskan kerjasama semua pihak sangat dibutuhkan untuk menyukseskan rencana pemerintah daerah. Dengan masyarakat yang lebih hemat dan bantuan dari Pemkab, diharapkan bisa menekan angka inflasi di Kabupaten Kudus. ***
