Bahkan jika memiliki dana lebih banyak, UMKU berencana memanfaatkan lahan yang berada tidak jauh dari Kampus 1 dengan membangun gedung 13 lantai.
“Tapi untuk sementara ini, kami segera melakukan akselerasi,” tegas Dr. Edy.
Ketika Fakultas Kedokteran resmi hadir di UMKU, Rektor berharap masyarakat Kudus maupun sekitarnya tidak perlu jauh-jauh ke Semarang atau kota lainnya dalam belajar ilmu kedokteran.
Salah satu Universitas terbaik di Kabupaten Kudus ini pun berkomitmen memberikan beasiswa bagi masyarakat yang kurang mampu, terlebih bagi mereka yang berasal dari Kudus.
“Tidak hanya Fakultas Kedokteran, tapi semua program studi di sini (UMKU) bisa menerima semua warga Kudus,” tegas Rektor.
Sebelumnya, perwakilan dari Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, dr. Joko Murdiyanto mendukung apabila UMKU ingin membuka Fakultas Kedokteran. Tapi perlu ada persiapan matang sebab membuka FK tidak mudah.
Pihaknya mencontohkan, syarat membuka fakultas lain, kecuali FK, minimal harus punya 5 dosen. Sementara untuk FK, minimal harus ada 26 dosen sebagai pengajar.
“Kalau UMKU mau buka (Fakultas Kedokteran), tolong dihitung betul-betul karena membuka FK tidak mudah, tata kelolanya tidak mudah,” ungkapnya beberapa waktu lalu.
Dengan adanya banyak FK di Indonesia, dr. Joko berharap tidak ada kelebihan tenaga medis. Sebab hal yang perlu diperhatikan sekarang juga berkaitan dengan penyebaran tenaga medis.***
