Kemudian, latihan keseimbangan seperti dengan berdiri satu kaki, hydrotherapy dengan latihan di air untuk kurangi nyeri sendiri, hingga melakukan terapi okupasi dengan latihan aktivitas harian seperti memasak atau pakai baju.
“Latihan di rumah, bisa duduk-berdiri sepuluh kali dan sehari, ini berfungsi untuk paha dan pinggul. Jalan kaki 15 menit per hari untuk menjaga kesehatan jantung. Minum air cukup untuk mengurasi risiko pusing saat berdiri. Peregangan pagi untuk mencegah kekakuan sendiri,” terangnya.
Lebih lanjut, dr. Nurika juga menyampaikan bahwa dukungan keluarga sangat berperan penting dalam kesuksesan rehabilitasi lansia. Dengan peran aktif anggota keluarga, proses pemulihan bisa lebih cepat dan menyenangkan.
Keluarga bisa membantu menciptakan lingkungan rumah aman. Misalnya, memasang pegangan tangga, hindari lantai licin, dan memastikan pencahayaan rumah yang cukup. Tak kalah penting, menyediakan kursi stabil untuk latihan duduk-berdiri.
“Ajak rutin kontrol ke dokter rehab medik dan catat progres latihan atau keluhan untuk didiskusikan dengan profesional. Yang paling penting adalah beri dukungan mental,” tandasnya.
Konsultasi dengan dr. Nurika dapat dilakukan dengan di RS Sarkies ‘Aisyiyah Kudus. Rehabilitasi bukan hanya soal fisik, tapi juga soal martabat dan kualitas hidup.
Operasional pelayanan dokter di RS Sarkies Aisyiyah Kudus juga dapat diakses secara lengkap di instragam @rssarkiesaisyiyahkudus, berikut dengan promo-promo layanan. ***
