“Melalui simulasi bank sampah ini, kami ingin membangun kesadaran bahwa sampah bukan sekadar limbah, tetapi juga memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik dan bertanggung jawab,” ujar Prof. Darsono.
Lebih lanjut, Prof. Darsono menegaskan, UMK berkomitmen menjadikan kampus sebagai contoh penerapan prinsip ramah lingkungan. Sehingga, UMK menjadi kampus yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik saja.
“Kegiatan simulasi bank sampah ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi pengembangan sistem pengelolaan sampah terpadu di lingkungan UMK, sekaligus mendukung program pelestarian lingkungan di Kudus,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Bank Sampah di lingkungan UMK ini sendiri akan resmi diluncurkan pada bulan Februari mendatang sebelum masuk bulan Ramadan. ***
