“129 kasus itu dialami oleh laki-laki, sedangkan 59 temuan lainnya itu perempuan,” jelasnya.
Begitupun yang terjadi di tahun 2021, dimana ada 125 kasus positif HIV/AIDS yang terdiri dari 85 kasus dialami oleh laki-laki dan 40 kasus oleh perempuan. Serta di tahun 2020, ada 130 kasus yang 88 kasus diantaranya adalah laki-laki.
“Upaya kita adalah suluh kepahaman terhadap masyarakat harus masif, karena remaja kita tahu keingintahuan mereka, terus aplikasi seks di HP kan mudah diakses,” tambahnya.
Sementara itu, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit DKK Kudus, Darsono menyampaikan, kegiatan penyuluhan dilakukan, dengan harapan agar seluruh masyarakat mendapatkan skrining awal tentang HIV/AIDS.
“Harapan kami semua bisa tertangani secara kontinyu, jadi mereka ini nantinya akan menjadi agen yang akan menyebarkan edukasi tentang HIV/AIDS di lingkungannya masing-masing,” katanya. ***
