
Terpisah, Kepala UPT TPA Tanjungrejo Kudus, Eko Warsito menyampaikan bahwa perbaikan di TPA Tanjungrejo sudah berjalan 75 persen. Khususnya dalam mengurangi bau menyengat menggunangan eco-enzim dan pembuatan saluran drainase lindi di TPA.
Eko menjelaskan, ada 3 hal yang menjadi tuntutan warga untuk diselesaikan sebelum TPA Tanjungrejo dibuka. Yaitu berkaitan dengan lindi, bau menyengat, dan controlled landfill sampah.
“Untuk controlled landfill kami butuh proses. Targetnya selesai kapan, kami belum tahu,” katanya.
“Ditambah situasi hujan jadi kami belum bisa memperkirakan, Tapi kami akan maksimalkan semua alat berat yang ada di sini,” terangnya melanjutkan.
Eko mengungkapkan total ada 6 alat berat yang dioperasikan dalam mengurai sampah di TPA. Terdiri atas 4 ekskavator, 1 buldoser, dan 1 louder.
Drainase limbah cair yang sebelumnya tertutup sampah juga sudah dibersihkan. Pembuatan kantong-kantong untuk menampung lindi juga sudah disiapkan, sehingga tidak ada lagi lindi yang mengalir ke area lahan warga.
Dengan penutupan TPA, Eko menyebut ada hikmah dari semua ini. Jika biasanya masyarakat seenaknya membuang sampah tanpa memilah, sekarang sampah organik dan anorganik mulai dibedakan.
“Jadi jangan sepelekan sampah,” tutupnya.***
