Sampah yang masuk ke TPA kini diarahkan lebih banyak berupa residu. Pemilahan juga terus didorong sejak dari tempat pembuangan sementara (TPS), sehingga material yang masih dapat dimanfaatkan tidak seluruhnya berakhir di TPA.
Meski demikian, Didik belum dapat menyampaikan secara rinci persentase sampah yang saat ini masuk dalam kategori residu.
“Belum bisa menyampaikan persentasenya, tetapi kami sudah berupaya maksimal,” ujarnya.
Di sisi lain, sampah yang telah diolah menjadi refuse-derived fuel (RDF) terus dimanfaatkan dengan dikirimkan ke PT Cement Gresik.
Pengiriman RDF dari TPA Tanjungrejo telah dilakukan beberapa kali dan diupayakan berlangsung rutin setiap bulan. Dalam satu kali pengiriman, volumenya berkisar enam hingga tujuh ton menggunakan satu kontainer.
Didik memastikan RDF yang dikirim saat ini telah memenuhi spesifikasi yang ditetapkan oleh PT Cement Gresik, termasuk terkait kadar air.
“Sudah tidak ada masalah dengan spesifikasi. Kadar air memenuhi dan semuanya memenuhi dari Cement Gresik,” katanya.
Sementara itu, penerapan pembatasan sampah yang masuk ke TPA serta penguatan pemilahan disebut turut berdampak terhadap volume sampah di TPA Tanjungrejo.
Didik menyebut terdapat penurunan volume sampah yang masuk dibandingkan sebelumnya. Namun, ia belum dapat menyampaikan angka penurunan tersebut secara rinci karena data terbaru belum berada di tangannya.
“Berbeda, tentunya ada penurunan,” pungkasnya.***
