“Melalui program ini, sekolah binaan telah mampu menciptakan iklim belajar yang tidak hanya mengedepankan pertumbuhan kognitif namun juga perkembangan karakter anak,” ujarnya.
Sementara itu, Kasi Kurikulum pada Kabupaten Kudus, Afri Shofianingrum mengatakan, pihaknya telah melihat guru yang telah mengikuti pelatihan saat ini. Mereka lebih mampu memberikan perhatian kepada anak-anak di sekolah terutama dalam hal perkembangan kecakapan sosial dan emosionalnya.
“Anak yang dapat menjawab tantangan global pastinya bukan hanya yang kuat secara akademis namun memiliki karakter kepercayaan diri, tidak mudah menyerah, mampu bekerjasama dalam tim, dan memiliki rasa empati,” paparnya.
Program Officer Bakti Pendidikan Djarum Foundation, Elizabeth Lydia menyampaikan, program pelatihan ini akan secara konsisten diberikan sampai dengan tahun 2027 dengan menjangkau 1.461 guru di 88 insititusi pendidikan jenjang MI dan SD.
“Kami dengan bangga akan mengawal dan mendampingi proses ini, karena dengan saling berbagi dan terus belajar, kami percaya guru-guru di Kabupaten Kudus dapat menghantar anak-anak kita menjadi generasi emas di kemudian hari,” tandasnya. ***
