Koordinator tim, Zaenal Fanani, menjelaskan selama pendampingan, tim dosen UMKU memberikan solusi nyata untuk mengatasi masalah produksi.
“Kami memperkenalkan penggunaan alat pengering berbasis gas untuk mempercepat proses produksi rempah,” ujarnya.
Selain itu, tim dosen juga memberikan pelatihan pemasaran digital agar mitra bisa memanfaatkan e-commerce, media sosial, dan YouTube untuk memperluas jangkauan pasar.
“Harapannya, produk Ramuan Rimpang Samawa dtidak hanya harus lebih cepat diproduksi, tetapi juga perlu diperkenalkan lebih luas kepada masyarakat,” katanya.
Zaenal menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari hibah yang diterima UMKU dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi.
“Kami berharap pendampingan ini bisa membuat IRT Uniq Food lebih mandiri dalam mengelola produksi dan mampu beradaptasi dengan perkembangan pasar digital,” kata Zaenal.
Ia juga berharap keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi pelaku UMKM lain di Kabupaten Kudus.***
