“Untuk itu, saya minta kepada tim P3DN Kudus untuk solid dan selalu bersinergi agar kita bisa mencapai target kita dalam penggunaan produk dalam negeri,” pinta Hartopo.
Hartopo yakin dengan menggunakan produk dalam negeri bisa mengangkat potensi produk lokal. Sehingga bisa bersama-sama membangkitkan ekonomi kerakyatan. Di mana akhirnya akan berdampak kepada peningkatan kesejahteraan masyarakat Kudus pada khususnya.
Sejauh ini, dari data yang diterima Hartopo, realisasi penggunaan PDN di Kudus masih rendah. Terakhir baru 22,85 persen dari yang direncanakan sebesar 58,09 persen.
“Di triwulan terakhir ini, akan kita maksimalkan. Dengan adanya sosialisasi ini, semoga lebih memahamkan dan percepatan penggunaan produk dalam negeri melalui e-katalog,” harap Hartopo. ***
