”Dulu dari pihak terkait sanggup membersihkan, tapi nyatanya tidak ada. Padahal ini habis dibersihkan dua bulan lalu gotong royong sama polres tapi cepat sekali ada enceng gondok lagi sampai 50 meter lebih,” katanya.
Sementara Koordinator Petani Ahmad Shodiq mengatakan, petani yang terlibat bebersih ini bukan hanya petani dari Desa Ploso saja, melainkan juga dari Desa Jati Kulon hingga Pasuruhan Lor dan Kidul.
Langkah ini mereka lakukan karena para petani juga merasakan manfaat air untuk pengairan sawah dari aliran sungai itu.
Sehingga, mereka pun ingin agar sungai tersebut juga dalam keadaan bersih dan bermanfaat bagi lahan sawah yang tengah mereka garap.
”Pintu pengairan tambak lulang ini aliran sungainya sangat bermanfaat bagi petani. Jadi petani juga ingin membantu,” ujarnya. ***
