“Secara permainan sudah cukup, tetapi finishing masih kurang,” katanya.
Persiapan tim belum sepenuhnya tanpa kendala. Sejumlah pemain masih mengikuti seleksi, trial, pemanggilan klub Liga 2, hingga seleksi EPA. Kondisi tersebut membuat tim belum bisa berlatih dengan kekuatan penuh.
Meski demikian, manajemen menyiapkan lima pemain magang untuk mengantisipasi kemungkinan pemain utama mengalami cedera atau berhalangan tampil.
Pada Porprov Jateng 2026, delapan kabupaten/kota akan bersaing di cabang sepak bola. Selain Kudus, peserta lainnya yakni Banyumas, Pemalang, Kendal, Demak, Kabupaten Semarang, Kota Surakarta, dan Karanganyar.
Ade mengatakan seluruh lawan patut diwaspadai karena kekuatan sepak bola daerah saat ini semakin merata.
“Kami mewaspadai semua tim karena kekuatannya sudah cukup merata,” ujarnya.
Kudus datang dengan status juara bertahan. Karena itu, target mempertahankan medali emas menjadi sasaran utama tim. Namun, status tersebut diharapkan tidak menjadi tekanan bagi para pemain.
“Status juara bertahan kami jadikan motivasi, bukan beban,” tegas Ade.
Di sisi lain, Ade berharap pembinaan olahraga di Kudus mendapat perhatian lebih besar, termasuk dukungan anggaran dan fasilitas. Menurutnya, sarana latihan menjadi salah satu tantangan karena Stadion Wergu Wetan sedang dalam proses pembangunan.
“Harapannya olahraga lebih diperhatikan, terutama karena kami terkendala lapangan latihan yang memadai,” pungkasnya.***
