“Kelas kecil (I, II, III) dilaksanakan pagi dari pukul 07.00 sampai 11.00, kalau yang kelas besar (IV, V, VI) dilaksanakan siang mulai pukul 11.00 sampai 13.00,” terang Fatimah.
Meski sudah mendapatkan perbaikan terhadap tiga ruang kelas, Fatimah berharap tahun depan mendapatkan alokasi anggaran kembali, untuk memperbaiki tiga ruang kelas lainnya yang juga dalam kondisi rusak dan mengkhawatirkan.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus, Anggun Nugroho menyebut, pada tahun ini ada sebanyak 49 sekolah rusah yang direhab menggunakan APBD Murni.
“Ini masih tiga sekolah yang masih berjalan (proses perbaikan), itu SD 1 Kesambi, SD 1 Terban dan SD 2 Purwosari. Yang lainnya sudah selesai,” ujar Anggun.
Selain menggunakan APBD Murni, lanjut Anggun, Disdikpora Kudus juga melakukan perbaikan terhadap 24 sekolah rusak melalui APBD Perubahan 2025. Proses rehab tengah berjalan dan ditargetkan rampung pertengahan Desember 2025. ***
