
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kudus, Arief Budi Siswanto membenarkan bahwa memang ada tiga karung sabut kelapa muda yang ditemukan di dalam drainase depan SMP Muhammadiyah 1 Kudus.
Peristiwa itu dikatakan Arief menjadi penyebab aliran air dalam drainase dari arah Utara ke Selatan menuju Jember tersumbat. Tersumbatnya aliran itu pun memperparah genangan air yang ada di perempatan Jember ketika hujan tiba.
“Karena kondisi meterial sampah berupa sabut kelapa muda yang dikemas dalam karung, kami berusaha memberikan sosialisasi kepada para penjual kelapa muda di sepanjang jalan KHR Asnawi yang menempati di atas saluran drainase kota,” kata Arief.
“Apabila nanti terjadi pengulangan permasalahan, dalam artian membuang sampah yang materialnya sama, maka akan kami tertibkan semua pedagang kelapa muda yang ada di situ, kami tertibkan untuk tidak berjualan di atas drainase kami,” jelas Arief melanjutkan.
Dengan ditemukannya sampah-sampah yang menyumbat aliran drainase ini, Arief mengungkapkan bahwa Dinas PUPR berencana melakukan pembersihan drainase sepanjang 2 kilometer tersebut dengan menggunakan anggaran rutin yang ada.
“Harapan saya, masyarakat kami himbau untuk tidak membuat sampah di drainase kota, karena akan memperparah dan memperburuk sistem drainase kota,” pinta Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kudus tersebut.***
